Ilustrasi : Indeks Keyakinan Konsumen (Poin Penting)
Jakarta, Poinpenting — Keyakinan konsumen Indonesia tetap berada di zona optimistis pada September 2026, meski penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini melemah. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat 118,1, turun tipis dari 118,5 pada Agustus 2026.
Di tengah penurunan tersebut, porsi pendapatan rumah tangga yang digunakan untuk konsumsi meningkat menjadi 74,9% dari 74,2% pada bulan sebelumnya. Sebaliknya, porsi pendapatan yang disisihkan untuk tabungan turun menjadi 15,4% dari 15,8%, menunjukkan perubahan pola penggunaan pendapatan rumah tangga selama September.
Ekspektasi Ekonomi Masih Menguat
Bank Indonesia mencatat kondisi ekonomi saat ini memang mengalami pelemahan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,4 menjadi 107,5, meski masih berada di atas level 100 yang menunjukkan kondisi optimistis.
Namun, tekanan tersebut belum mengubah pandangan konsumen terhadap prospek ekonomi ke depan. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) justru meningkat dari 127,6 menjadi 128,7. BI menyebut kenaikan ekspektasi ini menjadi salah satu penopang tetap terjaganya keyakinan konsumen pada September.
Porsi Konsumsi Meningkat
Perubahan terbesar terlihat pada alokasi pendapatan rumah tangga. Porsi konsumsi naik menjadi 74,9%, sementara alokasi untuk pembayaran cicilan atau utang berada di 9,7%, turun dari 10,0%.
Pada saat yang sama, porsi tabungan turun menjadi 15,4%. Penurunan porsi simpanan tersebut terjadi ketika konsumsi mengambil bagian yang lebih besar dari pendapatan rumah tangga.
Perubahan komposisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam membaca kondisi konsumen. Kenaikan konsumsi menunjukkan belanja rumah tangga masih memiliki ruang, tetapi penurunan porsi tabungan juga menunjukkan sebagian pendapatan yang sebelumnya disimpan kini dialihkan untuk kebutuhan konsumsi.
Ekspektasi Penghasilan dan Lapangan Kerja Naik
Kenaikan IEK pada September terutama didukung oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap beberapa aspek ekonomi.
Indeks ekspektasi penghasilan meningkat menjadi 136,9 dari 134,9 pada Agustus. Ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja juga naik menjadi 127,7 dari 125,7.
Sementara itu, ekspektasi terhadap kegiatan usaha sedikit menurun dari 122,1 menjadi 121,5. Dengan demikian, perbaikan ekspektasi konsumen terutama terlihat pada penghasilan dan lapangan kerja, sedangkan pandangan terhadap kegiatan usaha sedikit melemah.
Kondisi Ekonomi Saat Ini Masih Menjadi Perhatian
Berbeda dengan ekspektasi ke depan, sejumlah indikator kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan.
Indeks penghasilan saat ini berada di 114,6, indeks pembelian barang tahan lama 106,7, sedangkan indeks ketersediaan lapangan kerja tercatat 101,1. Ketiganya masih berada di atas 100, tetapi menunjukkan ruang optimisme yang lebih terbatas dibandingkan indikator ekspektasi.
Kondisi tersebut membuat data September memperlihatkan dua arah yang berbeda. Konsumen masih melihat prospek ekonomi secara positif, tetapi penilaian terhadap kondisi yang sedang berlangsung tidak sekuat bulan sebelumnya.
Optimisme Berbeda Antar Kelompok Konsumen
Perbedaan juga terlihat berdasarkan karakteristik konsumen. Kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan mencatat IKK tertinggi sebesar 123,5.
Berdasarkan usia, konsumen berusia 20–30 tahun menjadi kelompok dengan IKK tertinggi, yakni 127,9. Kelompok usia tersebut juga menjadi satu-satunya kelompok yang tercatat optimistis terhadap ketersediaan lapangan kerja, sementara kelompok usia lainnya masih berada di area pesimistis untuk indikator tersebut.
Dari sisi pendidikan, lulusan SMA mencatat indeks ketersediaan lapangan kerja sebesar 96,9 atau berada di bawah level optimistis. Sementara kelompok dengan pendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana masih mencatat indeks di atas 100.
Keyakinan Konsumen Tetap Terjaga
Survei Konsumen Bank Indonesia merupakan survei bulanan yang telah dilakukan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei mencakup sekitar 4.600 rumah tangga di 18 kota dengan metode stratified random sampling.
Secara keseluruhan, hasil September menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap ekonomi, tetapi terdapat perbedaan antara kondisi saat ini dan harapan ke depan. IKK tetap berada di atas 100 dan IEK meningkat, sementara IKE justru menurun.