Foto : Siaran Pers www.bi.go.id
JAKARTA, Poin Penting — Uang primer Indonesia meningkat pada September 2026. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan jumlahnya mencapai Rp1.892,4 triliun, naik sekitar Rp57,3 triliun dibandingkan Agustus yang sebesar Rp1.835,1 triliun.
Namun, pertumbuhan uang primer secara tahunan justru melambat.
BI mencatat M0 adjusted tumbuh 9,3% secara tahunan pada September, turun dari 16,3% pada Agustus. Sederhananya, jumlah uang primer masih bertambah, tetapi pertumbuhannya tidak secepat bulan sebelumnya.
Uang Primer Itu Apa?
Uang primer adalah bagian dasar dari sistem peredaran uang. Sederhananya, di dalamnya terdapat uang tunai yang beredar di masyarakat serta dana milik bank yang tersimpan di BI.
Pada September, uang tunai yang beredar mencapai sekitar Rp1.341,3 triliun, sedangkan saldo giro bank di BI sekitar Rp498,2 triliun.
Kenaikan uang primer sepanjang September terutama terlihat dari meningkatnya saldo giro perbankan di BI.
Kenapa Pertumbuhannya Melambat?
Meski jumlah uang primer naik secara bulanan, pertumbuhan dibandingkan tahun lalu tidak setinggi Agustus.
BI mencatat uang tunai yang beredar masih tumbuh 11,8%, sementara giro bank umum di BI yang telah disesuaikan tumbuh 3,9% secara tahunan.
Artinya, belum ada tanda uang primer mengalami penurunan secara tahunan. Yang terjadi adalah laju pertumbuhannya melambat.
M0 adjusted sendiri mencapai Rp2.353,1 triliun pada September. Angka ini berbeda dengan M0 sebesar Rp1.892,4 triliun karena BI melakukan penyesuaian tertentu dalam perhitungan M0 adjusted untuk memperhitungkan dampak kebijakan likuiditas.
Jadi, Apa Artinya?
Kenaikan uang primer tidak otomatis berarti ekonomi sedang membaik. Begitu juga perlambatan pertumbuhan M0 adjusted tidak otomatis berarti ekonomi sedang melemah.
Data ini lebih tepat dibaca sebagai salah satu gambaran kondisi moneter Indonesia.
Untuk melihat kondisi ekonomi secara lebih utuh, masih perlu melihat indikator lain seperti kredit perbankan, inflasi, konsumsi masyarakat, nilai tukar rupiah, dan aktivitas bisnis.
Untuk sementara, data BI menunjukkan uang primer Indonesia masih bertambah, tetapi laju pertumbuhannya mulai melambat.