Foto : Kantor Buana Finance
JAKARTA, Poin Penting — PT Buana Finance Tbk (BBLD) menambah sumber pendanaan dengan menandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai Rp150 miliar dari PT Bank Ganesha Tbk.
Fasilitas tersebut diberikan dalam bentuk Fixed Loan dengan jangka waktu maksimal 48 bulan. Dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat kegiatan pembiayaan konsumer dan financial lease.
Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026, Buana Finance menyebut fasilitas kredit tersebut dijamin dengan piutang perseroan.
Rp150 Miliar untuk Modal Kerja
Perjanjian fasilitas kredit ditandatangani Buana Finance dan Bank Ganesha pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Fasilitas Fixed Loan tersebut memiliki nilai Rp150 miliar dengan tenor maksimal 48 bulan.
Perseroan menyatakan dana akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, khususnya pemberian pembiayaan Consumer Finance dan Financial Lease.
Artinya, tambahan pendanaan tersebut diarahkan untuk mendukung aktivitas utama Buana Finance dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabah.
Piutang Jadi Jaminan
Fasilitas kredit dari Bank Ganesha dijamin dengan piutang milik Buana Finance.
Skema tersebut menghubungkan fasilitas pendanaan dengan aset pembiayaan yang dimiliki perseroan. Semakin besar aktivitas pembiayaan yang disalurkan, semakin penting bagi perusahaan pembiayaan untuk menjaga kualitas piutang dan kemampuan pembayaran nasabah.
Namun, dalam keterbukaan informasi tersebut Buana Finance tidak menyebut adanya dampak material terhadap kondisi keuangan, hukum, maupun keberlangsungan usaha perseroan akibat transaksi ini.
Menambah Ruang Ekspansi Pembiayaan
Tambahan fasilitas dari Bank Ganesha memberikan Buana Finance sumber pendanaan baru untuk menjalankan kegiatan pembiayaan.
Dengan tenor hingga empat tahun, fasilitas tersebut dapat memberikan ruang bagi perseroan untuk mengelola kebutuhan modal kerja dalam periode yang relatif panjang.
Fokus berikutnya adalah bagaimana pendanaan tersebut diterjemahkan menjadi pertumbuhan penyaluran pembiayaan sekaligus tetap menjaga kualitas piutang.
Bagi perusahaan pembiayaan, pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh pendanaan, tetapi juga kemampuan menyalurkan pembiayaan secara sehat dan mengelola risiko kredit.
Buana Finance menyatakan fasilitas tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan, hukum, dan kelangsungan usaha perseroan.