Foto : Ilustrasi
JAKARTA, Poin Penting — International Energy Agency (IEA) menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak darurat untuk merespons tekanan pasokan energi dan tingginya harga bahan bakar. Dalam pertemuan negara-negara anggota IEA pada 7 Oktober 2026, diesel juga menjadi prioritas dalam pelepasan stok yang tersedia.
IEA menyebut negara-negara anggotanya mendukung percepatan pelepasan stok minyak yang sebelumnya telah diumumkan melalui aksi bersama pada Maret 2026. Pemerintah anggota juga mendukung prioritas pelepasan stok diesel sejauh memungkinkan, mengingat kondisi pasar diesel yang saat ini ketat.
Keputusan tersebut muncul setelah negara-negara G7 pada pekan sebelumnya menyepakati koordinasi pelepasan hingga 100 juta barel minyak mentah dan produk minyak dari cadangan darurat melalui IEA.
Sekitar 100 Juta Barel Masih Akan Masuk Pasar
Dalam pernyataan resminya, IEA menjelaskan sekitar 325 juta barel minyak telah dilepas melalui aksi bersama yang dimulai pada Maret 2026.
Masih terdapat sekitar 100 juta barel dari stok yang sebelumnya telah dijanjikan tetapi belum dilepas. Jika seluruh stok tersebut dikeluarkan, volume tersebut diperkirakan akan masuk ke pasar.
Karena itu, angka 100 juta barel yang kembali muncul dalam pembahasan G7 tidak dapat langsung dianggap sebagai tambahan cadangan baru di luar komitmen sebelumnya.
IEA menyatakan percepatan pelepasan dilakukan agar stok yang telah dijanjikan dapat tersedia di pasar lebih cepat.
Badan tersebut juga menegaskan bahwa negara-negara anggota masih memiliki cadangan minyak darurat dalam jumlah besar. Total stok darurat yang dikuasai pemerintah negara anggota mencapai sekitar 1,1 miliar barel, termasuk lebih dari 200 juta barel diesel.
Diesel Jadi Perhatian Utama
IEA secara khusus menyoroti diesel karena kondisi pasarnya saat ini lebih ketat.
Dalam pertemuan 7 Oktober, pemerintah anggota mendukung agar pelepasan stok diesel diprioritaskan sejauh memungkinkan. Langkah tersebut dilakukan ketika pasokan diesel menghadapi tekanan dan harga bahan bakar berada pada level tinggi di sejumlah pasar.
IEA mengatakan respons terhadap kondisi pasar juga berkaitan dengan dampak krisis di kawasan Selat Hormuz. Negara-negara anggota memberikan perhatian terhadap gangguan terhadap arus perdagangan energi serta dampaknya terhadap pasar minyak.
Selain itu, konflik yang berlangsung di kawasan lain telah memengaruhi fasilitas pengolahan dan jalur pengiriman minyak. Kondisi tersebut turut memperbesar tekanan terhadap pasokan produk minyak, termasuk diesel.
G7 Sudah Sepakati Pelepasan Cadangan
Keputusan IEA tersebut mengikuti kesepakatan negara-negara G7 pada 2 Oktober 2026.
Reuters melaporkan negara-negara G7 menyepakati pelepasan 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat. Kesepakatan tersebut juga mencakup komitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi.
Namun, pada tahap awal belum terdapat rincian lengkap mengenai komposisi antara minyak mentah, diesel, dan produk minyak lainnya yang akan dilepas oleh masing-masing negara.
Rincian tersebut menjadi penting karena dampak pelepasan cadangan terhadap pasar akan bergantung pada jenis produk yang benar-benar masuk ke pasar serta waktu pelepasannya.
IEA menyatakan pembahasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan aksi tersebut akan terus dilakukan bersama negara-negara anggota.
IEA Siapkan Evaluasi Berikutnya
IEA menyatakan sekretariatnya akan terus memantau pelaksanaan aksi bersama yang dimulai pada Maret. Pemerintah negara anggota juga sepakat untuk terus mengevaluasi perkembangan kondisi pasar.
Pertemuan berikutnya dari IEA Governing Board dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya. Forum tersebut akan digunakan untuk menilai perkembangan situasi serta pelaksanaan pelepasan stok yang telah disepakati.
IEA juga menyatakan tetap siap melepas lebih banyak cadangan minyak apabila kondisi pasar membutuhkan langkah tambahan.
Bagi pasar energi global, keputusan terbaru tersebut menambah pasokan dari cadangan darurat pada saat ketersediaan bahan bakar menghadapi tekanan. Namun, seberapa besar dampaknya terhadap harga dan pasokan akan bergantung pada kecepatan pelepasan serta komposisi produk yang masuk ke pasar.
Untuk saat ini, fokus IEA adalah mempercepat pelepasan stok yang telah dijanjikan dan memberikan prioritas pada diesel di tengah kondisi pasar yang masih ketat.