sumber foto : www.bi.go.id

Poin Penting, JAKARTA — Perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi, aset kripto hingga stablecoin mulai menjadi perhatian dalam pengawasan perbankan global. Di saat yang sama, risiko siber, operasional, fraud dan scam turut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi regulator.

Berbagai isu tersebut menjadi pembahasan dalam rangkaian pertemuan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) dan International Conference of Banking Supervisors (ICBS) 2026 yang berlangsung di Bali pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.

Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tuan rumah rangkaian pertemuan yang mempertemukan sekitar 300 delegasi tingkat tinggi dari bank sentral, otoritas pengawas sektor keuangan, organisasi internasional dan pelaku industri dari lebih dari 60 negara.

AI hingga Kripto Jadi Perhatian Pengawas

Dalam pertemuan BCBS pada 28 dan 29 September 2026, para pengawas membahas berbagai risiko dan kerentanan yang dihadapi sektor perbankan dan keuangan global.

BI menyebut perkembangan frontier artificial intelligence, digitalisasi, aset kripto dan stablecoins menjadi bagian dari isu strategis yang mendapat perhatian.

Selain itu, penguatan kerangka pengawasan, Global Systemically Important Banks (G-SIBs), implementasi standar prudensial global, risiko likuiditas serta risiko suku bunga turut menjadi agenda pembahasan.

Perkembangan teknologi memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi layanan keuangan. Namun, perubahan tersebut juga membawa risiko baru yang perlu diantisipasi melalui tata kelola dan manajemen risiko yang memadai.

Risiko Siber dan Fraud Ikut Mengemuka

Digitalisasi sektor keuangan juga meningkatkan kompleksitas risiko yang dihadapi industri perbankan.

Menurut BI, risiko siber dan operasional, fraud dan scam, serta ketergantungan pada penyedia layanan pihak ketiga menjadi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu institusi, tetapi dapat menyebar melalui keterhubungan antar pelaku dalam ekosistem keuangan.

Karena itu, penguatan tata kelola, manajemen risiko dan kerja sama lintas otoritas menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pengawasan Perbankan Perlu Beradaptasi

Ketua BCBS sekaligus Gubernur Sveriges Riksbank, Erik Thedéen, menekankan pentingnya pengawasan yang mampu mengenali risiko sejak dini.

Menurut Thedéen, pengaturan yang kuat perlu dilengkapi dengan pengawasan yang mampu mengidentifikasi risiko, menyampaikan langkah perbaikan secara jelas dan memastikan tindak lanjut dilakukan secara tepat waktu.

Kepatuhan terhadap standar minimum juga perlu disertai penilaian terhadap kualitas tata kelola, manajemen risiko dan keberlanjutan model bisnis bank.

Modernisasi pengawasan, menurutnya, membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, informasi dan teknologi yang memadai serta pertimbangan profesional yang berbasis bukti.

Indonesia Perkuat Sinergi BI dan OJK

Penyelenggaraan BCBS dan ICBS 2026 di Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antarotoritas di tingkat internasional.

Indonesia merupakan anggota BCBS yang diwakili oleh BI dan OJK sesuai dengan kewenangan masing masing dalam sistem pengawasan keuangan.

BI menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan OJK dan kerja sama internasional untuk mendukung pengawasan yang antisipatif dan adaptif terhadap perubahan serta risiko baru.

Dua Tema Utama ICBS 2026

Sementara itu, ICBS yang berlangsung pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 mengangkat dua tema utama.

Tema pertama adalah “The Resilient Supervisor: Adapting to Structural Changes and New Risks”, sedangkan tema kedua membahas “Digitalisation and the Future of Banking Supervision”.

Pembahasan tersebut menyoroti bagaimana otoritas pengawas perlu beradaptasi dengan perubahan struktural dan perkembangan teknologi yang semakin cepat dalam industri perbankan.

Penyelenggaraan BCBS dan ICBS 2026 di Indonesia sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam memperkuat ketahanan sistem keuangan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *