Pabrik pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Foto : PT. Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

Jakarta, Poinpenting — PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana melunasi surat utang yang akan jatuh tempo pada November 2026 menggunakan dana dari penerbitan obligasi dan sukuk baru. Surat utang yang disebut dalam materi PEFINDO mencakup obligasi rupiah senilai Rp739,72 miliar, sukuk mudharabah Rp303,56 miliar, serta obligasi berdenominasi dolar AS senilai US$900 ribu.

Untuk mendukung rencana pelunasan tersebut, perusahaan menyiapkan sumber dana dari tiga penerbitan surat utang pada 2026, yakni obligasi rupiah senilai Rp2 triliun, sukuk mudharabah Rp1,5 triliun, dan obligasi dolar AS senilai US$13,76 juta. Materi yang tersedia menyebutkan rencana penggunaan dana tersebut, tetapi belum menyatakan bahwa pelunasan telah dilakukan.

Obligasi Rupiah Jatuh Tempo 21 November

Salah satu surat utang yang akan jatuh tempo adalah Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2023 Seri B dengan nilai Rp739,72 miliar. Instrumen tersebut memiliki peringkat idA+ dan dijadwalkan jatuh tempo pada 21 November 2026.

Selain obligasi rupiah, INKP juga memiliki Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2023 Seri B senilai Rp303,56 miliar dengan peringkat idA+(sy). Namun, materi yang tersedia tidak mencantumkan tanggal jatuh tempo sukuk tersebut sehingga tanggalnya tidak dapat dipastikan dari informasi ini.

Obligasi Dolar AS Jatuh Tempo 22 November

INKP juga menghadapi jatuh tempo Obligasi USD Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2023 Seri B senilai US$900 ribu. Surat utang berperingkat idA+ tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada 22 November 2026, sehari setelah tanggal jatuh tempo obligasi rupiah yang disebutkan dalam materi.

Dengan demikian, kewajiban surat utang yang tercantum dalam informasi tersebut mencakup instrumen berdenominasi rupiah dan dolar AS. Masing-masing memiliki nilai serta jadwal jatuh tempo yang berbeda.

Mengandalkan Penerbitan Surat Utang Baru

Untuk melunasi surat utang yang akan jatuh tempo, perusahaan berencana menggunakan dana dari tiga penerbitan pada 2026.

Pertama, Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 dengan nilai total Rp2 triliun. Kedua, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026 senilai total Rp1,5 triliun. Ketiga, Obligasi USD Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2026 senilai total US$13,76 juta.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa penerbitan surat utang baru menjadi sumber dana yang disiapkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban atas surat utang yang mendekati jatuh tempo.

Meski demikian, informasi yang tersedia belum merinci berapa bagian dana dari setiap penerbitan yang akan dialokasikan untuk masing-masing instrumen yang jatuh tempo. Materi tersebut juga tidak menjelaskan apakah seluruh dana penerbitan baru akan digunakan untuk pelunasan atau apakah terdapat penggunaan lain.

Karena itu, nilai penerbitan baru tidak dapat langsung disamakan dengan nilai kewajiban yang akan dilunasi. Kepastian mengenai realisasi pelunasan dan penggunaan dana tetap perlu merujuk pada keterbukaan informasi perusahaan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *